Brida Step untuk Atasi Distorsi Bantuan Warga Miskin

Surabaya, JatimInsight.Id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Surabaya terus mematangkan langkah strategis dalam menanggulangi kemiskinan secara tepat sasaran. Melalui inovasi program Brida Step (Surabaya Talent Entrepreneurial Path), Pemkot Surabaya kini memetakan potensi dan karakteristik Warga Miskin (Gakin) agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kapasitas serta kebutuhan masing-masing individu.

Kepala Brida Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan bahwa selama ini banyak program pemberdayaan, seperti Rumah Padat Karya (RPK), Sentra Wisata Kuliner (SWK), hingga pemberian bantuan modal menghadapi kendala operasional akibat pendekatan seragam tanpa asesmen awal.

“Ternyata warga kurang mampu itu harus kita pisahkan, mana yang punya potensi dan semangat kerja, serta mana yang butuh pendampingan mental dan motivasi terlebih dahulu,” ujar Agus, Jumat (24/7).

Agus mengungkapkan, berdasarkan penelitian awal menggunakan metode Slovin terhadap 448 responden di 30 kecamatan di Surabaya, bersama Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), pihaknya membagi kapasitas warga ke dalam 4 kelompok.

Kelompok pertama adalah warga yang membutuhkan penumbuhan motivasi, dorongan mental, dan pembinaan sikap kerja mendasar. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari warga yang siap bekerja dengan arahan atau bersifat mengikut (follower).

“Kelompok ketiga ialah pekerja mandiri yang tangguh dan memiliki kedisiplinan tinggi. Terakhir kelompok keempat merupakan calon pemimpin yang siap diarahkan menuju jenjang wirausaha (entrepreneurship),” jelas Agus.

Agus menjelaskan, bagi warga yang masuk pada kelompok 3 dan 4, Pemkot Surabaya akan mengarahkan mereka pada program wirausaha lanjutan dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi bisnis seperti Universitas Ciputra (UC), Universitas Surabaya (Ubaya), ITS, dan Unair.

Sementara itu, bagi kelompok 1 dan 2, pendekatannya dipfokuskan pada aspek psikologis dan pembenahan mentalitas kerja terlebih dahulu. Untuk mengukur mentalitas dan konsep diri warga secara akurat, asesmen Brida Step memanfaatkan tiga alat ukur psikologi, yaitu Tes Tipi (kepribadian), Tes Grit (konsep diri dan daya tahan), serta Tes Kewirausahaan.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *