Surabaya, JatimInsight.Id – Krisis energi dan degradasi lingkungan hidup menjadi dua tantangan krusial bagaikan dua sisi mata uang. Menyikapi permasalahan tersebut, Guru Besar ke-245 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Diah Susanti menggagas inovasi material maju untuk teknologi penyimpanan energi dan pengendalian pencemaran lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui penelitian dalam orasi ilmiah bertajuk Rekayasa Material Maju untuk Teknologi Penyimpanan Energi dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi (DTMM) ITS ini menyoroti pentingnya transisi energi.
Emisi gas rumah kaca akibat bahan bakar fosil dinilai dapat ditekan lewat konversi limbah polusi. “Dengan teknologi fotokatalis berbahan semikonduktor layaknya komposit reduced Graphene Oxide dan tembaga oksida (rGO/CuO), gas buang CO2 dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif seperti metanol dan metana,” jelas Diah, Kamis (2/7).
Lebih lanjut, teknologi fotokatalis penunjang reaksi kimia dengan bantuan cahaya ini turut dikembangkan untuk menguraikan limbah pewarna industri beracun layaknya Rhodamine-B (RhB) dan Methylene Blue (MB). Perempuan kelahiran Tulungagung tersebut memaparkan bahwa inovasi berbahan dasar rGO/ZnO ciptaannya mampu bekerja secara mutakhir. “Senyawa rakitan Laboratorium Kimia Material DTMM ITS ini sukses mendegradasi polutan cair RhB hingga 99,5 persen hanya dalam kurun waktu lima jam,” ungkapnya.
Dalam sektor penghematan daya, istri dari George Endri Kusuma ini juga menginovasikan alat penyimpan energi berwujud superkapasitor elektrokimia. Menjembatani fungsi kapasitor konvensional dan baterai, peranti ini menutupi kekurangan densitas energi lewat keunggulan pada densitas dayanya. “Kapasitansinya bahkan sanggup mencapai 10 ribu kali lipat lebih besar dibanding kapasitor konvensional biasa,” beber alumnus doktoral National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) tersebut.(rda)

