Kunjungan Mal Tetap Ramai, Pakuwon Optimistis Penjualan Ritel Tumbuh 7–8 Persen


Surabaya, JatimInsight.Id – Di tengah perlambatan ekonomi yang masih membayangi daya beli masyarakat, sektor ritel modern di Surabaya dinilai tetap menunjukkan kinerja positif. Tingginya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan, terutama selama periode liburan sekolah, menjadi penopang pertumbuhan penjualan ritel pada semester pertama 2026.

Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan hingga akhir Juni 2026 aktivitas di pusat perbelanjaan masih cukup menggembirakan. Liburan sekolah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah pengunjung, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.

“Selama masa liburan sekolah, trafik pengunjung masih sangat baik. Khusus Sabtu dan Minggu, jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir bisa mencapai lebih dari 8.000 unit per hari. Kondisi ini juga terjadi di sejumlah mal lain di Surabaya yang memiliki basis pengunjung tetap,” ujarnya, Kamis (25/6).

Meski demikian, Sutandi memperkirakan kondisi tersebut tidak akan berlangsung sepanjang tahun. Memasuki pertengahan Juli hingga sekitar Oktober, pusat perbelanjaan diperkirakan menghadapi periode yang lebih menantang karena minimnya momentum yang mampu menarik kunjungan masyarakat.

Menurutnya, absennya musim liburan panjang maupun perayaan besar pada periode tersebut biasanya berdampak pada penurunan jumlah pengunjung dan transaksi di tenant ritel. Kondisi itu telah menjadi pola yang berulang setiap tahun.

“Biasanya mulai pertengahan Juli masyarakat mulai lebih selektif dalam berbelanja. Periode ini bisa berlangsung hingga September atau Oktober. Retailer tentu akan lebih berhati-hati dalam mengelola bisnis karena aktivitas belanja cenderung melambat,” katanya.

Meski terdapat peringatan Hari Kemerdekaan pada Agustus, ia menilai momentum tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat kunjungan mal secara signifikan.

Namun demikian, Sutandi tetap optimistis pelemahan tersebut hanya bersifat sementara. Memasuki November hingga Januari, aktivitas ritel diperkirakan kembali meningkat seiring hadirnya musim liburan akhir tahun, Natal, dan Tahun Baru yang selama ini menjadi pendorong utama konsumsi masyarakat.

Pada periode tersebut, berbagai program promosi dan diskon dari para tenant diyakini akan kembali meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus mendorong pertumbuhan transaksi.

Secara keseluruhan, Pakuwon Group masih memproyeksikan bisnis ritel di pusat perbelanjaan tetap mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2026.

“Kalau melihat kondisi secara umum, performa mal masih cukup baik. Kami memperkirakan pertumbuhan bisnis ritel tahun ini tetap berada di kisaran single digit, sekitar 7 hingga 8 persen,” tutup Sutandi. ji3


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *