Surabaya, JatimInsight.Id– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Aula Graha Nusantara di SMAN 2 Surabaya bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan sebagai kunci menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Khofifah mengawali pidato dengan mengajak seluruh hadirin mengucapkan Salam Pancasila. Ia menilai peresmian Graha Nusantara yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila menjadi simbol penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan. “Kalau mempresentasikan tentang kunci perekat keberagaman itu mereka akan menyampaikan Pancasila,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Indonesia mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, bahasa, adat, budaya, dan agama karena memiliki Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pemersatu bangsa.
Khofifah juga mengapresiasi SMAN 2 Surabaya yang telah melahirkan banyak tokoh dan profesional di berbagai bidang. Ia berharap Graha Nusantara menjadi ruang strategis untuk melahirkan gagasan sekaligus gerakan nyata dalam memperkuat semangat kebangsaan.
“Pertemuan gagasan yang terlahir di tempat ini menjadi bagian dari pertemuan gerakan, tidak sekadar gagasan, setelah itu menjadi bagian dari penguatan kebangsaan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jawa Timur akan mendukung revitalisasi 15 ruang kelas di SMAN 2 Surabaya pada Juni 2026 dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Selain itu, sekolah juga diproyeksikan mendapat tambahan dukungan sekitar Rp781 juta dari pemerintah pusat. “Ruang kelas itu adalah ruang untuk membangun harapan, membangun penguatan semangat tumbuh kembang anak-anak,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan sarana pendidikan tidak boleh dipandang hanya sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, fasilitas pendidikan harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik berkembang secara optimal.
Ia menambahkan, Jawa Timur terus mencatatkan capaian positif di bidang pendidikan. Salah satunya menjadi provinsi dengan jumlah penerimaan terbanyak pada jalur masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes selama tujuh kali berturut-turut. “Program penguatan SDM dan pendidikan di Jawa Timur sejak periode pertama kami memang menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(rda)

