Jakarta, JatimInsight.Id – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP), bekerja sama dengan lingkaran, sebuah platform pendidikan kreatif yang berfokus pada pengembangan talenta, wirausaha, dan keterampilan relevan untuk dunia kerja, memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi melalui EMPOWERED+.
Sebagai bagian dari salah satu pilar CSR Allianz Indonesia, yaitu Pemberdayaan Ekonomi, program Empowered+ dirancang untuk membantu UMKM Indonesia terus bertumbuh melalui penguatan kapasitas bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui EMPOWERED+, UMKM—termasuk yang melibatkan penyandang disabilitas—didorong untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh, mulai dari penguatan strategi pasar, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengelolaan keuangan yang lebih baik, sebagai bekal untuk bertumbuh dan memperluas dampak.

Dalam fase pembelajaran (Learning Phase), peserta mengikuti masterclass terstruktur dan mentoring intensif, sekaligus menyusun scale-up plan sebagai road map pertumbuhan usaha. Proses ini didukung Learning Management System (LMS) agar pembelajaran dapat diakses secara fleksibel dan terstruktur di tengah operasional bisnis, sekaligus memudahkan monitoring perkembangan peserta.
Setelah menyelesaikan fase pembelajaran, program berlanjut ke tahapan akselerasi di tahun 2026 yang berfokus pada implementasi rencana pertumbuhan, pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta evaluasi dan pengukuran dampak, untuk memastikan strategi bisnis dijalankan secara disiplin dan berkesinambungan.
“EMPOWERED+ kami rancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai proses pendampingan yang membangun kesiapan UMKM untuk terus bertumbuh secara bertahap dan berkelanjutan. Kami percaya UMKM memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi, dan melalui program ini kami ingin memperluas akses penguatan kapasitas yang relevan, termasuk bagi UMKM inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.
Indonesia dan 25 UMKM terpilih melalui proses seleksi dan onboarding. Salah satu elemen utama program adalah penyusunan scale-up plan yang komprehensif sebagai dasar implementasi pertumbuhan usaha, dengan dukungan seed funding bagi UMKM terpilih untuk memperkuat kesiapan akselerasi di 2026.
“Kolaborasi ini berangkat dari keyakinan bahwa UMKM dapat bertumbuh lebih cepat jika mendapat akses pengetahuan yang tepat, pendampingan yang dekat, dan alat ukur yang jelas. Bersama Allianz Indonesia dan Yayasan Allianz Peduli, kami mendorong peserta menerjemahkan strategi menjadi langkah nyata melalui scale-up plan dan pendampingan implementasi,” kata Wendy Pratama, Direktur lingkaran.

