Hadapi Krisis Pangan Global, Mentan Dorong Kampus Perkuat Riset Terapan

Surabaya, JatimInsight.Id — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan perguruan tinggi agar semakin fokus mengembangkan riset terapan di sektor pertanian. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar menjadi kajian akademik.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan kampus menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang cepat dan relevan dengan kebutuhan sektor pertanian nasional.

Salah satu contoh yang disorot adalah pengembangan traktor listrik buatan ITS. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan ekonomis dibandingkan alat konvensional berbahan bakar fosil. Bahkan, Kementerian Pertanian telah memesan sejumlah unit untuk uji coba di lapangan.

“Teknologi seperti ini yang kita butuhkan—murah, efektif, dan bisa langsung digunakan petani,” ujar Amran, Minggu (19/4).

Selain mekanisasi pertanian, ia juga menyinggung pentingnya riset energi alternatif berbasis kelapa sawit. Inovasi seperti bensin sawit dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi energi masa depan. Untuk itu, kerja sama dengan PTPN IV tengah disiapkan, dimulai dari skala kecil sebelum dikembangkan lebih luas.

Amran menegaskan bahwa penguatan riset menjadi sangat penting di tengah tantangan global yang kian kompleks. Ia menyebut dunia saat ini menghadapi tiga krisis utama, yakni pangan, energi, dan air, yang membutuhkan solusi cepat dan terintegrasi.

Di sisi lain, ia menyatakan kondisi pangan nasional relatif aman dengan cadangan yang terus meningkat. Pemerintah juga tengah mempercepat transisi energi menuju biofuel berbasis sumber daya domestik, termasuk dari crude palm oil (CPO), guna mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.

Menutup pernyataannya, Amran mengajak para lulusan untuk terlibat aktif dalam pembangunan nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan komitmen kampus dalam mendorong riset yang berdampak langsung. Ia menekankan bahwa hasil penelitian mahasiswa harus diwujudkan dalam bentuk produk inovatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.

“Penelitian tidak boleh berhenti di jurnal atau perpustakaan. Harus ada implementasi nyata,” ujarnya. ji7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *