Tekan Kenakalan Remaja, Perkuat Strategi Pembinaan

Surabaya, JatimInsight.Id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya terus memperkuat strategi penanganan kenakalan remaja dengan pendekatan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Upaya ini mulai menunjukkan hasil nyata, ditandai dengan penurunan signifikan jumlah kasus dalam setahun terakhir.

Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati menyampaikan bahwa tren kenakalan remaja di Kota Pahlawan mengalami perbaikan cukup drastis. Berdasarkan data hasil kolaborasi dengan Satpol PP, jumlah kasus yang ditangani pada tahun lalu tercatat lebih dari 450 kasus. Sementara pada tahun ini, jumlahnya turun jauh hingga berada di bawah 100 kasus.

“Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan, terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak,” kata Ida, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, kebijakan pembatasan aktivitas malam hari menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kenakalan remaja. Namun, perubahan pendekatan dalam penanganan juga menjadi kunci utama keberhasilan tersebut. Jika sebelumnya anak-anak yang terjaring hanya menjalani konseling singkat di markas Satpol PP sebelum dipulangkan, kini pemkot menerapkan model pembinaan yang lebih intensif.

Menurut Ida, anak-anak yang terlibat dalam kasus tertentu seperti konsumsi minuman keras, tawuran, hingga keterlibatan geng motor, tidak lagi langsung dipulangkan. Mereka terlebih dahulu ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan pembinaan menyeluruh.

“Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat, tetapi ada edukasi yang lebih mendalam. Anak-anak kami berikan pemahaman tentang dampak kriminalitas, bahaya narkoba bagi kesehatan, hingga penguatan wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Program pembinaan tersebut berlangsung selama 7-14 hari. Selama periode itu, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendampingan psikologis, tetapi juga tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan. Pemkot Surabaya memberikan izin bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring bagi anak-anak yang masih berstatus pelajar.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga mendorong peran keluarga dan lingkungan melalui edukasi orang tua agar pengawasan anak lebih optimal. (rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *