Surabaya, JatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi undangan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan untuk memperkuat kemitraan di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam pertemuan di Singapura, Rabu (12/11).
Dalam pertemuan yang berlangsung di The White Label, 101 Jalan Sultan, Singapura, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperdalam kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Pemerintah Singapura, terutama dalam pengembangan SDM, inovasi, dan ekonomi hijau.
“Merupakan kehormatan besar dapat berada di Singapura. Saya sangat menghargai kesempatan berdialog langsung dengan Menteri Vivian Balakrishnan untuk membahas kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Rabu (12/11).

Khofifah menjelaskan, Jawa Timur merupakan provinsi terbesar kedua di Indonesia dengan penduduk mencapai 42,08 juta jiwa dan luas wilayah 48.037 kilometer persegi. Provinsi ini memiliki potensi besar dalam sumber daya alam dan manusia, didukung infrastruktur yang menjadikannya sebagai pusat perdagangan dan logistik di Kawasan Timur Indonesia.
Ia merinci, Jawa Timur memiliki 37 pelabuhan, 7 bandara, 12 ruas jalan tol, 13 kawasan industri, 2 kawasan ekonomi khusus, serta 1 kawasan industri halal. Selain itu, 21 dari 39 rute tol laut nasional berangkat dari Jawa Timur.
“Infrastruktur yang lengkap ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai hub logistik dan ekonomi maritim nasional,” jelasnya.
Secara ekonomi, Khofifah menyebut Jawa Timur menyumbang sekitar 14,54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan terus menunjukkan pertumbuhan stabil di sektor industri, pertanian, dan pariwisata. Hingga Maret 2025, tingkat kemiskinan turun menjadi 9,5 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem menurun menjadi 0,66 persen.
Untuk memperkuat daya saing ke depan, Pemprov Jawa Timur memprioritaskan lima bidang utama, yaitu peningkatan daya saing ekonomi dan inovasi, kualitas SDM, perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, serta pertanian berkelanjutan.
“Saya meyakini bahwa Jawa Timur dan Singapura memiliki visi yang sejalan dalam mendorong inovasi, pengembangan SDM, dan keberlanjutan,” tutur Khofifah.
Sementara itu, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan menyambut baik pertemuan tersebut dan menyatakan akan menindaklanjuti hasil pembahasan untuk memperkuat kerja sama konkret di masa mendatang. JI5

