Surabaya, JatimInsight.Id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi mengoperasikan Dermaga Berlian Timur (BT05) sebagai upaya memperkuat efisiensi layanan bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Direktur Utama TTL, David Pandapotan Sirait, menyebutkan bahwa pengoperasian dermaga baru tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya mengalami lonjakan aktivitas bongkar muat.
“Pengoperasian Dermaga Berlian Timur yang nantinya dikelola oleh Terminal Petikemas Berlian diharapkan dapat menambah kapasitas dan memperlancar arus peti kemas di Tanjung Perak,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (10/11).

Untuk sementara, aktivitas bongkar muat di dermaga baru ini menggunakan Harbour Mobile Crane (HMC). Namun, TTL telah menyiapkan peningkatan fasilitas dengan mendatangkan dua unit Container Crane (CC) sepanjang rel 140 meter hasil relokasi dari Terminal Petikemas Surabaya, yang dijadwalkan tiba pada Februari 2026.
“Penggunaan CC tersebut nantinya akan meningkatkan kapasitas bongkar muat secara signifikan,” tambah David.
Ia menjelaskan, desain Dermaga Berlian Timur telah disusun secara fleksibel agar dapat menampung dua jenis alat bongkar muat, baik HMC maupun CC. Struktur dermaga juga dinyatakan aman karena mampu menahan beban hingga 1.300 ton, jauh di atas bobot HMC sebesar 460 ton yang saat ini digunakan.
Dengan beroperasinya Dermaga Berlian Timur, TTL berharap layanan logistik di Pelabuhan Tanjung Perak semakin efisien, mendukung distribusi barang nasional, serta memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu gerbang utama perdagangan di Indonesia Timur.

