Gubernur Khofifah: Jatim Siap Jadi Pelopor Ekonomi Syariah Lewat Zona Kuliner KHAS

Surabaya, JatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimisme bahwa Jawa Timur akan menjadi pelopor penguatan ekonomi syariah nasional melalui pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di berbagai wilayah.

“Zona KHAS bukan hanya soal sertifikasi halal, tapi membangun kepercayaan masyarakat terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta mendorong pertumbuhan UMKM,” ujar Khofifah dalam peluncuran Zona KHAS di Surabaya, Selasa (16/9).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah meresmikan tiga zona KHAS baru, yakni:

  • Wisata Kuliner Gladak Serang, Kota Probolinggo
  • Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Kampus B
  • Kantin GOR Universitas Airlangga Kampus C

Dengan peresmian ini, total Zona KHAS di Jawa Timur kini telah mencapai 10 titik.

Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dari para bupati dan wali kota se-Jatim, untuk memperluas jangkauan Zona KHAS di daerah masing-masing.

“Ini bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh dan berkelanjutan. Kita perlu detailkan rencana aksi bersama dan memastikan pengembangan dilakukan secara maksimal,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur halal, seperti laboratorium halal. Khofifah menyinggung Laboratorium Halal milik UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang sudah lengkap, namun belum dapat memberikan layanan publik karena kendala regulasi.

“Padahal laboratorium ini bisa jadi bagian penting dalam mempercepat proses sertifikasi halal, yang dibutuhkan pelaku usaha,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan produk pangan yang beredar memenuhi prinsip halalan thayyiban. Sejak awal menjabat, ia telah mendorong percepatan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) bersertifikat halal.

“Ketika awal kami menjabat, RPH halal di Jatim masih nol. Sekarang sudah 134 dari 143 yang ditargetkan. Hanya tinggal 9 lagi,” jelasnya.

Upaya ini, menurut Khofifah, merupakan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah sekaligus menciptakan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses produk makanan dan minuman yang sesuai syariat. JI7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *