Surabaya, JatimInsight.Id – Produsen cat nasional, Avian Brands, terus menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan menjalankan program Avian Carbon Reduction Initiative (ACRI), sebagai bagian dari target menuju Net Zero Emission pada tahun 2050.
Director of Operations and Development Avian Brands, Robert Tanoko, menjelaskan bahwa penghitungan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam program ACRI mengacu pada standar internasional seperti GHG Protocol, IPCC, dan ISO 14064.
“Metodologi kami mencakup Scope 1, 2, dan 3, dan telah diverifikasi oleh pihak independen, Decar Verite Asia, demi menjamin transparansi dan kredibilitas laporan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/9).

Empat Pilar ACRI untuk Pengurangan Emisi
Program ACRI didesain berbasis empat pilar strategis, yakni:
- Technology Reduction Initiative
- Utility Reduction Initiative
- Heat Transfer Reduction Initiative
- Combustion Reduction Initiative
Salah satu langkah konkret dalam pilar teknologi adalah konversi armada forklift dari bahan bakar diesel ke tenaga listrik. Hingga kini, sekitar 65% dari total 67 unit forklift telah dialihkan menjadi forklift listrik, atau sebanyak 43 unit.
“Konversi ini berdampak signifikan terhadap pengurangan emisi di lini produksi,” jelas Robert.
Optimalisasi Energi Terbarukan
Selain efisiensi alat berat, Avian Brands juga memperkuat penggunaan energi terbarukan. Sebanyak 2.280 unit panel surya telah dipasang di pabrik-pabrik Avian di Sidoarjo dan Serang.
Panel surya tersebut menghasilkan energi sebesar 559.201 kWh atau setara 2.013 GJ, yang mendukung operasional ramah lingkungan di kedua fasilitas tersebut.
Lebih dari sekadar upaya teknis, ACRI dihadirkan sebagai kerangka strategis yang menyatukan carbon accounting, tata kelola, teknologi rendah emisi, dan budaya efisiensi di seluruh lini perusahaan.
“ACRI adalah bentuk nyata dari transformasi berkelanjutan yang kami tanamkan dalam budaya perusahaan. Kami terus dorong inovasi dan digitalisasi sebagai penggerak utama,” tutup Robert. JI5

