Surabaya, JatimInsight.Id – Perbaikan infrastruktur di Surabaya Barat, khususnya pelebaran Jalan Wiyung oleh Pemerintah Kota Surabaya, membawa dampak signifikan terhadap sektor properti. PT Sinar Mas Land mencatat kenaikan penjualan sebesar 70 persen berkat kemudahan akses menuju kawasan hunian, Wisata Bukit Mas (WBM).
Vice President Sales & Promotion East Indonesia Sinar Mas Land, Hario Utomo, menyebut pelebaran jalan menjadi faktor pendorong meningkatnya minat masyarakat untuk memiliki hunian di kawasan WBM.
“Akses yang semakin lancar membuat WBM semakin dilirik sebagai kawasan hunian premium yang strategis,” ujar Hario saat meninjau rumah contoh di WBM Surabaya, Kamis (21/8).

Sebab itu, Sinar Mas Land meluncurkan Cluster Chester, setelah sebelumnya sukses memasarkan habis 130 unit rumah tipe Chelsea. Chester merupakan cluster hunian premium yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 2,9 miliar hingga Rp 3,2 miliar.
Tersedia dua tipe unit di cluster ini The Hummingbird (6×16 meter), The Canary (7×16 meter). Cluster ini juga dilengkapi fasilitas club house dan kolam renang untuk para penghuni.
Pada tahap pertama, sebanyak 65 unit dibangun, dan 50 persen di antaranya telah terjual hanya dalam beberapa bulan sejak peluncuran. Hario menyatakan optimisme bahwa seluruh unit akan habis terjual pada akhir tahun ini.
“Kami sengaja bangun serentak untuk mengejar PPN-DTP. Tahap kedua akan kami mulai tahun 2026, dengan rumah berukuran lebih besar, menyesuaikan permintaan pasar,” katanya.
Sinar Mas Land menargetkan segmen kelas menengah atas (middle-up), mengisi celah antara properti premium yang harganya berada di atas Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar yang kini banyak ditawarkan pengembang lain di Surabaya Barat.
Hario mengungkapkan bahwa Cluster Chester merupakan pengembangan terakhir di kawasan WBM, karena ketersediaan lahan (landbank) telah habis. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan area pengembangan baru, meski belum dapat diumumkan lebih lanjut.
“Lahannya sudah ada dan siap dikembangkan. Tapi belum bisa kami jelaskan sekarang,” katanya.
Selain hunian tapak, Sinar Mas Land juga aktif memasarkan proyek apartemen Klaska Residence di Surabaya. Dari total 1.050 unit yang dibangun, kini hanya tersisa sekitar 100 unit. Sementara tingkat okupansi hunian telah mencapai 60 hingga 70 persen.
“Ini menunjukkan bahwa Klaska Residence tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga dihuni secara aktif oleh para pembeli,” tutur Hario.
Untuk mendukung aktivitas penghuni, pengembang juga tengah menyiapkan area komersial yang akan dilengkapi dengan fasilitas gaya hidup. Salah satu anchor tenant, Superindo, direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2025. Selain itu, pengembang juga membangun fasilitas sport club guna menambah kenyamanan dan meningkatkan nilai kawasan.
VP of Corporate Communication Sinar Mas Land, Atikah Sunarya, menambahkan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan inovasi produk dan layanan demi menjawab kebutuhan masyarakat di tengah kondisi pasar yang dinamis.
“Kami akan terus berinovasi menghadirkan properti yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Surabaya,” pungkas Atikah. JI7

